Penampakan di Terowongan Lampegan

Penampakan di Terowongan Lampegan

Cerita seram tentang penampakan di terowongan Lampegan, Cianjur sudah terkenal sejak lama. Konon, di dalam terowongan sering kali muncul penampakan wanita berkebaya merah yang diyakini sebagai Nyi Sadea.

Nyi Sadea merupakan penari ronggeng terkenal asal Cianjur pada masa Hindia Belanda. Ia diyakini memiliki paras yang cantik dengan kulit putih yang diwarisi dari salah satu kakeknya yang berdarah Belanda

Penampakan di Terowongan Lampegan

Tempat ini masuk menjadi salah satu terowongan kereta api tertua di indonesia. Sejarah Unik Lampegan, Terowongan Kereta Tertua di Indonesia Berdiri Sejak 1882. Hingga sekarang tempat ini sangat di takuti banyak orang.

Untuk menunjang perekonomian di Jawa Barat pemerintah Hindia Belanda menciptakan sebuah inovasi pertama di Indonesia, yaitu sebuah terowongan dimana sekarang sangat terkenal angker berpenghuni.

Kisah Mistis Penampakan di Terowongan Lampegan

Ada banyak kisah yang menceritakan toponomi Lampegan. Dalam buku Kisah Tanah Jawa (2018), disebutkan bahwa nama Lampegan tercetus dari percakapan orang Belanda ketika kereta api memasuki terowongan.

Terowongan kereta api angker ini sekarang sudah tidak beroperasi lagi. Namun terowongan api nya masih ada, dan di tinggal bergitu saja sampai sekarang semakin tertutup oleh rumput-rumput di sekitarnya.

Panjang terowongan lampegan ini memiliki panjang 686 meter, dan membelah perbukitan di kawasan Desa Cimenteng, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Lampengan merupakan terowongan kereta api terpanjang di indonesia

Penampakan di Terowongan Lampegan

Terowongan lampegan jaman dulu masih sangat sederhana, namun berguna dan sering beroperasi sebelum misteri terowongan lampegan dimulai. Terowongan Lampegan pertama kali dioperasikan oleh perusahaan kereta api milik Hindia Belanda.

Teknologi itu berwujud terowongan kereta pertama di Hindia Belanda yang dibangun antara tahun 1879 hingga 1882. Nama Lampegan sendiri diduga berasal dari kata bahasa Belanda ‘lampen gaan’ yang berarti ‘lampu sudah menyala’. Terowongan ini sekarang terletak tepat di perbatasan Sukabumi dan Cianjur.

Sebagian penduduk disekitar sana sering sekali mendengarkan suara rel kereta api yang sangat laju & jelas. Padahal terowongan kereta api tidak mungkin akan dilalui oleh kereta api karena sudah tertutup tumput tebal.

Bukan hanya satu / dua orang saja yang mengaku pernah mendengar suara rel kereta api. Namun beberapa penampakan tidak jelas juga sering ditemukan disana, salah satunya adalah penampakan Nyi Sadea.